Jumat, 28 Juni 2013

Ternyata, ini semua karena "Listrik"

Jadi ceritanya, di Padangpanjang sekarang sering ada pemadaman listrik.
Hampir setiap hari ada jadwal 1 jam rata-rata untuk pemadaman.
Padahal, listrik sudah seperti makanan pokok,
masak pakai listrik, manasin air pake listrik,
mandi pake listrik, nyuci pake listrik, penerangan pake listrik,
nelfon pake listrik, online pake listrik.
Pokoknya segala macam yang pokok ya mesti pake listrik.

Aku tergelitik untuk berkhayal masuk ke dunia bertahun-tahun lalu,
Ibu ku pernah bercerita tentang masa sekolahnya dulu,
(pengen nangis kalo inget ceritanya...)
Dulu, once upon a time, a long long time ago...
In the midle of somewhere,
a small village yang gak ada di google map (mungkin emang karena waktu itu belom ada google map),
nama kampung kecil itu adalah Lubuak Basung, sebuah kampung dengan lahan pertanian yang luas,
daerah yang subur dengan aliran sungai membelah-belah kampung dengan indah.
Kok jadi ngomongin itu....???
>.<

Oke next, si mandeh cerita tentang bagaimana masa kecilnya dulu,
kata mandehku sayang, dia masih sempat ke sekolah nulis di kulit kayu.
Keren kan...?
Belajar malam-malam dengan lampu minyak,
penghapusnya masih dari karet gelang di lilitin di ujung pensil.
What'a simple and beautiful life... :)
Sekarang aku coba masuk ke dunia yang belum pernah aku rasakan itu,
mencoba berfikir dan merasa seperti orang-orang yang hidup di zaman itu.
Aku mencoba dengan keras...
Sekeras-kerasnya...
Tapi ternyata gak bisa... :P

Gak bisa karena ternyata sadar ataupun tidak sadar,
sejak lahir aku sudah di didik membutuhkan listrik,
bahkan orang tua sendiri mendidik ku untuk butuh listrik,
misalnya dengan cara "Rimaaaaa... Belajar jangan di tempat gelap, sana pindah ke bawah lampu biar terang...!"
Mungkin si mandeh mikir aku laron, mesti mangkal di bawah lampu... o.O
SMA di beliin handphone buat komunikasi, yang pasti butuh listrik,
kuliah di beliin laptop, listrik lagi...

Intinya, zaman sudah berubah, 
itu semua hanya contoh kecil dari kebutuhan manusia yang mau gak mau mesti butuh listrik.
Kita sudah ketergantungan dengan yang namanya listrik,
seperti kebutuhan memakai pakaian, makan, tempat tinggal.
Mungkin suatu hari nanti akan ada kebutuhan baru lagi yang tidak mungkin kita hindari.
Apapun itu, hidup berubah, caranya berubah, tujuannya berubah, alat-alat bantunya berubah.
Malam ini aku jadi semakin bersyukur, ada orang-orang cerdas yang telah membuat hidup lebih terang dengan listrik.
Terang karena cahayanya, 
terang karena segala hal yang bisa menjadi lebih mudah dengan listrik.
Malam ini, dengan listrik yang mati magrib tadi, aku jadi semakin jeli melihat,
melihat hal yang terkesan biasa, yang semestinya patut kita syukuri...



*Thank's buat Aan yang udah nganterin roti goreng coklat buat nemenin aku nulis.
^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar