Identik banget kalo udah ramadhan menjelang lebaran, ato tahun baru,
ada banyak bunyi petasan terdengar.
Kadang bunyinya dari kejauhan seperti menggelegar, memecahkan kesunyian dan bersahut-sahutan.
Aku,
selalu takut mendengarnya...
Entah atas alasan apaun orang selalu memanfaatkan moment ini dengan bunyi-bunyian itu.
Kadang sepintas seperti manusia berbahagia mendengar ada sesuatu di ledakkan,
kadang terasa seperti sedang meluapkan kemarahan ato emosi yang selama ini tidak sempat untuk
dilepaskan.
Apa memang itu maksud dari pelepasan petasan itu...?
Kita manusia-manusia yang sering gagap dalam menanggapi suatu keadaan,
memilih solusi dengan mendekam emosi hingga suatu saat emosi itu meledak seperti sebuah boom yang
bersumbu panjang.
Kita kadang lupa dimana batasan dan bahkan awalan dari emosi itu,
lalu terjebak pada pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan diri sendiri.
Akhirnya lari pada keadaan yang menyalahkan orang lain.
Malam ini dari dalam kamar terdengar ledakan-ledakan petasan yang cukup besar,
menggema sampai pada bayangan kematian orang-orang di tempat yang sedang berperang.
Aku tertegun membayangkan itu bukan suara petasan, tapi suara boom, di iringi jerit tangis orang-orang
yang kesakitan.
Ah, khayalku semakin tinggi...
Aku-tentu-jadi ingat tentang diriku sendiri,
yang sering meledak-ledak ketika emosi, yang kadang berimbas pada sakit yang dirasakan orang lain.
Disaat-saat seperti itulah aku tidak lagi mengenali belas kasih, kesabaran.
Entah kenapa harus ada bunyi petasan malam ini,
entah kenapa pada minggu-minggu ini,
entah kenapa harus pada bulan ramadhan ini...?
Menekur sendiri,
ada pertanyaan-pertanyaan memalukan yang terbersit dalam fikiranku,
sekalipun ku alas dengan logika...
Malam ini, berharap aku bukan petasan itu, bukan boom dengan sumbu waktu,
bukan pula sumbu dari ledakan pertanyaan dalam 31 hari lagi.
Banyak harap, aku takut harapan juga akan menjadi pemicu dari ledakan itu,
entah itu hanya petasan entah itu sebuah boom.
H-31 < 27
Tidak ada komentar:
Posting Komentar