Selasa, 23 Juli 2013

KAPTEN! MANA KAPTEN...???


Ceritanya tentang manusia lagi lah, biar aja orang bilang ini blog curhat... :P

Bagaimana rasanya bertemu dengan orang yang tepat tapi pada waktu dan tempat yang salah...?
Bukan itu yang sebenarnya akan kita bahas,
tapi kejadian lainnya... (rada mirip sich)
Aku bertemu dengan orang yang salah pada waktu dan tempat yang berbeda.
Sekian lama gak posting sebenarnya ada banyak cerita, banyak kisah, banyak ode yang tercipta.
Naskah sinetron kejar tayang saja rasanya sudah bisa aku ciptakan karena beberapa kejadian buruk yang kebetulan datang beruntun,
tapi syukurlah hidupku bukan cerita sinetron yang ending nya tergantung rating (karena biasanya rating sinetron tergantung banyaknya tetes air mata aktor utama).
Ini hari baik karena mood ku kembali -dipaksain- baik,
tapi aku tidak bisa bercerita terlalu detail disini karena blog ini buat umum jadi beberapa hal mesti di sensor, lebih kurang seperti film American Pie kalo masuk ke Indonesia yang udah di tonton duluan oleh Departemen Agama.

Apakah yang sedang terjadi...?
Ibaratkan kapal yang sedang berlayar di samudra dalam pekatnya malam tak berbintang dan di hempas gelombang badai (yang bilang lebay aku kutukin buat ngerasain ini...!).
Inilah yang terjadi,
cerita hidup itu seperti montage-montage, ceritanya banyak, permasalahannya banyak dan berbeda-beda namun tetap menjadi satu kesatuan cerita.
Meskipun begitu, jangan sesekali menganggap ini cerita sinetron karena sinetron mendidik kita dengan cara yang keterlaluan, standarnya sinetron itu tentang seorang perempuan miskin yang ditaksir oleh lelaki kaya yang sudah bertunangan dengan saudara sepupunya (biasanya-perempuan dengan alis mata sadis dan memakai eye shadow ungu tua kehitaman), si sepupu tidak ingin pertunangannya gagal hingga harus berjuang untuk menghancurkan perasaan lelaki kaya terhadap perempuan miskin dibantu oleh emak si sepupu yang bergaya orang kaya namun terlilit hutang.
Cerita di teruskan dengan siksaan dan air mata untuk si perempuan miskin, nenek lelaki kaya juga membenci perempuan miskin, om nya juga benci, keponaan nya juga benci, pembantunya juga benci, tetangganya juga benci, nenek tetangganya juga benci, om nya tetangga juga benci, keponaan tetangganya juga benci, pembantunya tetangga juga benci, tetangganya tetangga juga benci, teman se kost tetangga juga benci, temen kuliah dari temen kost nya tetangga juga benci, pokoknya semua benci sama perempuan miskin karena naskahnya bilang begitu...!
Tinggal lah perempuan miskin seorang diri meratapi hidup yang merana malang nestapa, hanya ibunya, yang seorang penjual goreng, yang sayang ama si perempuan miskin, karena dia anaknya dan di naskah di bilang begitu.
Pada suatu hari perempuan miskin panik, kalut galau dan stress, dia pingsan di jalan, dibantu seorang dokter (super hero dadakan-syuting 3 scene) membuka fakta bahwa perempuan miskin adalah anak kandung dari ibu lelaki kaya, setelah cek gen, ternyata lelaki kaya hanyalah anak yang tertukar di rumah sakit.
Semua mendadak menjadi baik dengan si perempuan miskin, semuanya baik, neneknya baik, om nya baik dan semua-semua menjadi baik (capek nulis lagi nama-nama yang udah di sebut di atas), tinggallah si sepupu yang beralis mata sadis dan eye shadow ungu tua kehitaman menjadi bingung.
Perempuan miskin menjadi kaya, menerima lelaki kaya yang mendadak miskin sebagai suaminya, berbagi harta bersama, keluarga aman sentosa, bahagia, sejahtera, adil makmur merata seperti yang tertulis dalam Pancasila.

Happy ending...????

Belum tentu, kawan...!

Ini tergantung rating sinetronnya, kalo rating naik, iklan masuk semakin banyak, ini artinya sinetron harus dilanjutkan biar kantong produser dan semua tim bertambah...
Setelah hidup bahagia, ternyata si perempuan miskin yang menjadi kaya mendadak kena kanker (korea-isme), sebelum mati dia tersiksa lagi karena kebetulan lagi hamil mo melahirkan.
Ini artinya si sepupu beralis sadis dengan eye shadow ungu tua kehitaman bisa beraksi lagi, menyiksa lagi, membuat tangis lagi. Perempuan miskin yang menjadi kaya dan sedang hamil mo melahirkan tapi kena kanker, menjadi lebih sering sholat, pake mukena, pake jilbab (karena tayangnya di bulan ramadhan).
Endingnya...?
Gampang, perempuan miskin mendadak kaya, sehat sampai lebaran, anaknya lucu keriting-keriting rambutnya, mereka kembali bahagia, lalu abis lebaran dia mati aja...

Lho...? Lho kok...???
Soalnya rating sinetron berkurang, penonton sinetron pulang kampung, sibuk masak rendang, opor, sate, dan belanja baju baru.

What The Fucking Shit Life Story...!!!

Hidup bukan sinetron, hidup itu ya hidup...
Seperti yang sedang aku hadapi sekarang, montage-montagenya kebetulan ber-isi-kan cerita sakit,
sakit hati, sakit badan dan sakit otak.
Tapi bukan berarti hidup gak ada baiknya, kadang hidup baik, kebangetan malah baiknya.
Aku gak curhat kok sekarang, soalnya lagi males di bilang melankolic, dan soalnya lagi aku dah berani show up melankolic-ku di depan orang.

Inti cerita ini apa...?
Aku lagi nemu kondisi dimana aku bertemu dengan seseorang yang salah di waktu dan tempat yang benar.
Aku jadi gamang, seperti di atas kapal di tengah samudra dalam gelombang badai di malam gelap gulita.
Cuma bisa berteriak...

Kapten! Mana kapten...??? 



*Padangpanjang, adzan subuh setelah imsyak.

2 komentar: